Pages

Minggu, 12 Oktober 2014

ALGORITMA GARIS

ALGORITMA PENGGAMBARAN GARIS
Persamaan slope-intercept pada bidang kartesius, untuk garis lurus dinyatakan sebagai:
Y = m.x + b                                                                                                                                 (1)
Dengan m menyatakan slope atau kemiringan garis dan b sebagai suatu intercept y. Misalkan diketahui dua endpoint pada sebuah garis yang dispesifikasi pada posisi (x1.y1) dan (x2,y2).
Dengan m menyatakan slope atau kemiringan garis dan b sebagai suatu intercept y. Namun kita juga dapat menentukan nilai untuk slope atau kemiringan garis yang dinotasikan dengan m dan nilai y, serta intercept b dengan menggunakan persamaan:
m =(y2-y1) / (x2-x1)                                                                                                                     (2)

b = y1 - m.x1                                                                                                                                (3)
Algoritma untuk penggambaran garis didasari pada persamaan (1), (2) dan (3).untuk, dan interval garis Dx. Kita dapat menghitung persamaan y, pada interval Dy melalui persamaan:
Dy = m. Dx                                                                                                    (4)
Secara sederhana kita juga dapat memperoleh x pada interval Dx dengan persamaan :
Dx = Dy / m                                                                                                   (5)
Algoritma penggambaran garis yang akan kita ulas dan implementasikan di dalam bab ini terdiri dari dua algoritma penggambaran, yaitu algoritma DDA dan algoritma bresenham.

1.1  ALGORITMA DDA
Digital Diferential Analyser adalah suatu algoritma (pendekatan) pengkonversian suatu himpunan pixel menjadi suatu garis yang didasari atas perhitungan Dx dan Dy, dengan menggunakan persamaan (4) dan (5) diatas. Kita cocokan sebuah garis pada unit interval di dalam satu koordinat dan kemudian kita tentukan nilai interger yang mempunyai jarak terdekat dengan line-path untuk koordinat yang lain. Perhatikan garis pertama dengan slope positif yang ditunjukkan gambar di atas. Jika slope kurang dari 1, kita tentukan nilai untuk unit interval x (dalam hal ini Dx=1) dan hitung beberapa hasil iterasi secara berturut2 untuk nilai y dengan persamaan
yk+1= yk + m                                                                                                                               (6)
subskrip k bernilai integer yang dimulai dari 1, untuk pengiterasian pertama, dan terus menambahakan nilai k dengan 1 sampai pasangan koordinat (x,y) Yng terpenuhi oleh algoritma tersebut. Slope m dapat berupa suatu nilai antara 0 dan 1, kemudian  hasil hitungan y akan dibulatkan (trancation) menjadi suatu nilai integer yang mendekati dengan nilai sebenarnya yang bertipe pecahan (floating).
Untuk garis dengan kemiringan positif atau > (lebih besar) dari 1, kita harus menukarkan peran dari x dan y, dapat kita contohkan pada interval y (Dy=1), lalu hitung beberapa nilai x secara berturut-turut menggunakan persamaan
Xk+1 = Xk + 1/m                                                                                            (7)
Persamaan (6) dan (7) didasarkan dari pengasumsian suatu garis yang diproses dari titik ujung paling kiri dari garis menuju titik ujung paling kanan dari garis tersebut. Jika proses ini dibalikkan atau ditukar, suapaya diperoleh keadaan di mana titik ujung awalnya berada du sebelah kanan, maka kita harus memberikan nilai Dx=1 dan
yk+1 = yk – m
atau (di saat slope atau kemiringan garis lebih besar dari 1) maka kita harus memasukkan nilai Dy = -1 dan
Xk+1 = Xk - 1/m  
Persamaan (6) dan (9) dapat juga digunakan untuk menghitung posisi pixel yang membentuk suatu garis dengan slope negatif. Jika nilai absolut slope lebih kecil dari 1 dan titik-titik ujung (endpoint) awalnya berada di sisi paling kiri, kita berikan nilai        Dx = 1 dang hitung nilai yk+1 dengan persamaan (6). Dan kemudian endpoint awal berada pada posisi sebelah kanan (untuk slope yang sama), kita masukkan Dx = -1 dan kita dapatkan nilai y dari hasil perhitungan menggunakan persmaan (8). Sama juga ketika nilai absolut dari sebuah slope positif adalah besar dari 1, kita gunakan Dy = -1 dan kita tentukan Xk+1 dengan persamaan (9) atau kita gunakan Dy = 1 dan kita tentukan Xk+1 dengan persamaan (7). Algoritma ini dirangkum di dalam prosedur berikut, yang mana program menerima input dua posisi pixel endpoint (titik-titik ujung suatu garis) sebagai awalnya dan menentukan perbedaan horizontal den vertikal diantara dua posisi endpoint yang diperoleh untuk parameter dx dan dy. Perbedaan nilai yang cenderung besar akan menentukan nilai dari parameter step di dalam algoritma DDA. Dimulai dari posisi pixel (Xa,ya) kita tentukan penyeimbang yang dibutuhkan pada beberapa langkah program untuk menghasilkan posisi pixel selanjutnya sepanjang line path. Digital diferential analyzer merupakan suatu metode yang paling cepat melakukan kalkulasi (menghitung) keberadaan posisi pixel dan merupakan implementasi langsung dari persamaan (1).  

1.   ALGORITMA BRESENHAM
Algoritma bresenham merupakan suatu algoritma (pendekatan) yang dikreasikan oleh bresenham yang tidak kalah akurat dan efisien dengan algoritma primitif lainnya (seperti DDA). Bagian pengkonversian (scan-knversi) garis akan melakukan kalkulasi untuk penambahan nilai-nilai integer (yang dibutuhkan untuk membentuk garis) yang disesuaikan dengan tipe grafik yang dipakai oleh layar komputer (keadaan monitor pc) kita. Untuk mengilustrasikan pendekatan bresenham, pertama kita harus memperhatikan proses scan- konvensi untuk garis dengan slope positif yang lebih kecil dari 1. Posisi pixel sepanjang line-path kemudian ditentukan dengan penyamplingan pada unit interval x.dimulai dari endpoint kiri (Xo,Yo) dari garis yang diberikan, kita pindahkan beberapa kolom berturut-turut (berdasarkan posisi x) dan plot pixel-pixel yang mempunyai nilai scan-line y ke jarak yang paling dekat dengan line-path.secara matematis pembentukan algoritma bresenham adalah sebagai berikut:
y = m(Xk+1) + b                                                                                                                         (10)
di mana d1 = y-yk dan subtitusikan (10) ke da;a, d1;
d1 = m(Xk+1) + b – yk
di mana d2 = (yk + 1) – y, dan subtitusikan (10) ke dalam d2;
d2 = yk + 1 – m(Xk+1) – b
kemudian d1-d2
d1-d2 – 2m(Xk+1) – 2yk +2b – 1                                                                                              (11)
nilai parameter keputusan pk untuk langkah ke-k th (k th – step) didalam algoritma bresenham dapat ditentukan dengan menyusun suatu persamaan (11).
Pk = Dx (d1 – d2)
= 2Dy. Xk - 2Dx.yk + c
Pk+1 = 2Dy.Xk+1 - 2Dx.yk+1 + c                                                                                           (12)
Kemudian pk+1 – pk
Pk+1 – pk = 2Dy(xk+1 – xk) - 2Dx(yk+1 – yk)
Disini kita peroleh xk+1 = xk+1, agar diperoleh suatu manipulasi persamaan berikut:
Pk+1 = pk + 2Dy - 2Dx(yk+1 – yk)                                                                                         (13)
Dimana  yk+1 – yk mempunyai perkisaran nilai antara 0 dan 1, di mana nilai – nilai tersebut sanagt tergantung pada tanda (+ dan -)  dari parameter pk. Perhitungan rekursif dari parameter ini dilakukan pada beberapa posisi integer x, dimulai pada koordinat endpoint yang paling kiri pada garis. Parameter pertama, po, dievaluasi atau digeneralisasikan dari persamaan (12) dengan posisi awal pixel (xo,yo) dan slope atau kemiringan m yang nilainya dapat ditentukan dari perhitungan atau kalkulasi Dy / Dx:
P = 2Dy - Dx

http://hogyz.blogspot.com/2012/11/algoritma-dda-algoritma-bresenham.html

Jumat, 21 Maret 2014

Karang Taruna



KARANG TARUNA

 A.     V I S I

Karang Taruna merupakan wadah pembinaan dan pengembangan kreatifitas generasi muda yang berkelanjutan untuk menjalin persaudaraan dan rasa kebersamaan menjadi mitra organiasasi lembaga, baik kepemudaan ataupun pemerintah dalam pengembangan kreatifitas. Kemampuan dibidang Kesejahteraan Sosial baik untuk masyarakat dilingkungan sekitar ataupun diwilayah lain.


 B.     M I S I

a.      Meningkatkan SDM demi masa depan yang lebik baik melalui bidang masyarakat dan menjalin kerjasama dengan instansi pemerintah ataupun pihak lain, melalui pengembangan kelumpok usaha bersama.
b.      Terwujudnya kesejahtaraan sosial yang semakin meningkat bagi warga Desa  pada umumnya dan khususnya generasi muda yang memungkinkan pelaksanaan fungsi sosialnya sebagai manusia pembangunan yang mempu mengatasi masalah sosial dilingkungannya.
c.       Melestarikan kesenian daerah serta pengembangan minat untuk berolahraga.
d.      Meningkatkan peran pemuda dan perempuan serta memberikan kesadaran pentingnya perlindungan hukum terhadap hak perempuan sebagai anak atau remaja, sebagai istri dan sebagai ibu rumah tangga melalui sosialisasi pembangunan pemberdayaan perempuan yang melibatkan anggota karang taruna.
e.      Terwujudnya pemuda pemudi yang bertaqwa kepada Tuhan YME, penuh perhatian dan peka terhadap masalah dengan daya tahan fisik dan mental yang kuat, tegas dan teguh pendirian serta mampu berkreasi dan berkarya, jujur, sederhana sebagai acuan dimasyarakat.
f.       Turut berpartisispasi dalam upaya peningkatan derajat kesehatan melalui perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta malakukan upaya antisipasif dalam rangka menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.


                    PROGRAM KERJA KARANG TARUNA

 A.     Bidang Kesekretariatan

1.      Mengadakan Pertemuan Rutin atau kegiatan untuk memperlancar jalannya pertemuan.
2.      Mengikuti Forum Komunikasi dengan Karang Taruna se Kecamatan.
3.      Mengadakan komunikasi dan konsultasi dengan pihak – pihak terkait dalam  menyelenggarakan suatu kegiatan untuk kelancaran dan hasil yang memuaskan.
4.      Mengikuti pertemuan yang diadakan karang taruna lain.(luar)



 B.     Bidang Usaha Kesejahteraan Sosial

a.      Memberikan bantuan moril dan materiil dalam penyaluran sumbangan kepada masyarakat yang terkena musibah.
b.      Turut berperan serta dalam setiap kegiatan yang ada di masyarakat.
c.       Mendata Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS)
d.      Memasyarakatkan kepedulian terhadap Lansia, Yatim Piatu, Penyandang Cacat, dan lain sebagainya.


 C.     Bidang Usaha Ekonomi Produktif

a.      Merencanakan kegiatan usaha yang bertujuan meningkatkan perekonomian anggota masyarakat.
b.      Ikut berperan serta dalam usaha pertanian melalui kelompok – kelompok tani.
c.       Mengikutsertakan anggota dalam setiap kegiatan pelatihan, seperti perbengkelan, pertanian, perkebunan, home industri, dan lain-lain yang dapat meningkatkan Usaha Ekonomi Produktif (UEP).

 D.    Bidang Pendidikan dan Latihan

a.      Mengadakan kegiatan-kegiatan yang positif agar generasi muda tidak terjebak dalam pergaulan yang negatif.
b.      Mengikutsertakan generasi muda mengikuti latihan-latihan kerja.
c.       Membudayakan gerakan Hidup Sehat melalui gerakan perilaku hidup sehat dan bersih.
d.      Mengaktifkan dan pengkaderan kader kesehatan untuk menunjang keberhasilan kegiatan Posyandu di desa.
e.      Ikut berpartisipasi aktif dalam penyuluhan kepada orang tua yang memiliki anak usia sekolah untuk mengikuti Pendidikan TK dan TPA agar memenuhi tuntutan pendidikan yang lebih maju dan agamis.

 E.      Bidang Keagamaan / Kerohanian

a.      Mengadakan peringatan hari – hari besar Keagamaan.
b.      Mengadakan gotong royong menjaga kebersihan lingkungan mesjid dan langgar.
c.       Mengadakan yasinan sekaligus arisan warga masyarakat.
d.      Bekerjasama dengan Remaja Mesjid memberikan pelajaran baca tulis Al – Qur’an bagi anak – anak.
e.      Menghidupkan nuansa bulan ramadhan melalui Tadarus Al – Qur’an, Peringatan Nuzulul Qur’an, Buka puasa bersama, Mengadakan Takbir Hari Raya Idul Fitri (dan juga Idul Adha).
f.        Mengikutsertakan masyarakat/remaja dalam setiap kegiatan lomba yang bersifat agamis.
g.      Meingkatkan pembinaan dan penyuluhan anak dan remaja sejak dini dalam bidaang mental, moral, agama, budi pekerti, sopan santun dalam keluarga dan masyarakat bekerja sama dengan TP PKK Desa .



F.      Bidang Pengabdian Masyarakat.

a.      Berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang bersifat positif dimasyarakat.
b.      Membantu mencarikan solusi dalam segala permasalahan yang tengah dihadapi masyarakat.
c.       Berupaya menyalurkan aspirasi yang berkembang kepada pihak pemerintah desa.
d.      Pelopor gerakan gotong royong baik dalam kebersihan lingkungan tempat ibadah, kuburan dan lain-lain.
e.      Turut berpartisipasi dan berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui kegiatan Posyandu bekerja sama dengan bidan desa di Desa
f.        Meningkatkan Penyuluhan tentang pentingnya pemahaman dan kesertaan dalam program KB menuju keluarga berkwalitas bekerja sama dengan Petugas Keluarga Berencaan Desa (PKBD)

 G.     Bidang Permberdayaan Wanita

a.      Melibatkan peranan wanita dalam kegiatan yang bersifat positif.
b.      Memberikan dorongan kepada ibu – ibu yang memiliki balita untuk mengikuti kegiatan Posyandu, BKB (Bina Keluarga Balita) dengan bekerjasama dengan Bidan Desa dan Kader Kesehatan untuk meningkatkan mutu kesehatan dan perkembangan anak.
c.      Memberikan penyuluhan agar tidak menikah diusia muda sebagai antisipasi hancurnya rumah tangga.
d.      Memasyarakatkan dan memanfaatkan : limbah keluarga untuk bisa dimanfaatkan, sarana dan prasarana perumahan, hemat energi, membudayakan menabung dan mencegah pemborosan.
e.        Mengikutsertakan dalam setiap kegiatan pelatihan dan penyuluhan baik yang diselenggarakan oleh pihak kecamatan maupun kabupaten tentang Kesetaraan Gender, Undang-Undang Perkawinan, Undang-Undang Perlindungan Anak, Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Perdagangan Perempuan dan Anak, Pola Asuh anak, Narkoba, dan lain sebagainya untuk meningkatkan kemampuan kaum perempuan dalam ikut membangun bangsa

H.    Bidang Pemuda / Olahraga.

a.      Selalu tampil dalam kegiatan yang diadakan oleh masyarakat.
b.      Membangun Jati Diri Bangsa dengan sikap mental dan perilaku yang berbudaya dengan menumbuhkan pengamalan sila-sila dalam Pencasila serta membudayakan pemahaman Cinta Tanah Air dan ada kemampuan awal bela negara.
c.       Menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya kemampuan hidup dan keterampilan untuk bisa mandiri dan upaya pencegahan penyalahgunaan Narkoba.
d.      Mengikutsertakan generasi muda dalam pelatihan-pelatihan untuk memperkaya pengetahuan sebagai bekal untuk hidup mandiri.
e.      Mempersiapkan tim olahraga baik putra maupun putri dengan mengadakan latihan rutin minimal satu kali seminggu.
f.        Mengadakan dan mengikuti pertandingan persahabatan dan kejuaraan olah raga baik di dalam mupun luar daerah.



I.        Bidang Seni Budaya.

a.      Mengadakan latihan untuk meningkatkan kemampuan dalam bidang seni budaya terutama budaya tradisional.
b.      Menggali potensi generasi muda agaar bisa berapresiasi.
c.       Dalam setiap pelaksanaan pertunjukan, selalu aktif melaksanakan  promosi untuk meningkatkan pendapatan.








Yayasan Citra Swadaya Insani



YAYASAN CIPTA SWADAYA INSANI
(YAYASAN CIPTA INSANI)

·       Profil
Yayasan Citra Insani adalah yayasan yang bergerak di bidang sosial, keagamaan dan kemanusiaan. Yayasan ini didirikan pada tahun 2008 dan mendapatkan akta notaris Hj. Ofiyati Sobriyah, SH. pada tanggal 5 Januri 2009, dengan nomor akta 01.
Tujuan yayasan ini didirikan untuk memberikan kontribusi dalam pembangunan masyarakat Indonesia seutuhnya. Salah satu kegiatannya adalah menyelenggarakan Pendidikan Guru Taman Kanak-Kanak Islam (PGTKI) Bina Insan Mulia program Diploma satu (D1) dan Diploma dua (D2). PGTKI Bina Insan Mulia merupakan perubahan dari PGTKI Bina Insan Kamil (BIK) yang berdiri sejak tahun 1993. Pada masa itu PGTKI BIK merupakan program yang diselenggarakan oleh Yayasan Bina Insan Kamil yang berlokasi di Jl.Pramuka Sari ll, Jakarta Pusat.Pada tahun 2007 Yayasan Bina Insan Kamil melepas PGTKI BIK agar berdiri sendiri karena yayasan BIK memfokuskan pada kegiatan pesantren terbuka. Inilah salah satu hal yang melatar belakangi berdirinya Yayasan Citra Insani untuk sebagai payung hukum berjalannya program PGTKI Bina Insan Mulia. Pusat kegiatan PGTKI Bina Insan Mulia di Kompleks masjid ad-Da’wah lantai 2, Jl.Nangka 1,Utan Kayu, Jakarta Timur.
Yayasan Citra Insani tidak bisa dilepaskan dari Dra. Wirianingsih,M.Si yang menjadi Direktur PGTKI BIK pada tahun 1997-2008. Dra. Wirianingsih yang menggagas nama Yayasan Citra Insani, kemudian melibatkan beberapa penggiat masyarakat untuk ikut menjadi pembina, pengawas, dan pengurus yayasan.Selain program PGTKI, berjalan kegiatan santunan yatim, bazar sosial, ceramah dan seminar pendidikan anak untuk masyarakat sekitar secara berkala. Perkembangan selanjutnya Yayasan Citra Insani meluaskan bidang garap program antara lain menyelenggarakan Pendidikan Keterampilan Pendidik PAUD dengan masa pendidikan enam bulan untuk membantu memenuhi kebutuhan akan guru PAUD yang memiliki ketrampilan dalam mendidik anak usia dini. Mulai Tahun 2011 digulirkan program Tahfizh dan Tahsin al-Qur’an serta kajian Keislaman Untuk muslimah dan remaja  (Tahfizh for Muslimah and teenagers) untuk merespon kebutuhan masyarakat terhadap pengenalan dan pendalaman terhadap al-Qur’an di sekitar kawasan Depok-Cibinong.
·         Visi Misi dan Tujuan
Visi :     Menjadi yayasan yang kokoh , mandiri, dan dapat berpartisipasi aktif membangun masyarakat Indonesia yang cerdas dan berakhlak mulia.
Misi :
1.      Memberdayakan  semua sumber daya yang berpotensi  mendukung     tercapainya    visi  yayasan.
2.      Menjadikan  pemerintah dan institusi lainnya sebagai mitra  dalam membangun masyarakat yang cerdas, berbudaya,dan berakhlaq mulia.
Tujuan :
1.      Tersusunnya administrasi kesekretariatan yang rapi.
2.      Terselenggarakannya kegiatan sosial, keagamaan,dan  kemanusiaan yang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.
3.      Terwujudnya silaturahim  diantara para pengurus dan pemangku kepentingan pendidikan keluarga dan masyarakat.
4.      Tersosialisasikannya kegiatan yayasan di masyarakat sekitar
5.      Terbentuknya panitia pembangunan gedung untuk Program Tahfizh-Tahsin al-Qur’an
Motto : Berbagi dengan hati, Membina Insan Qur’ani
Program  :
1.      Membenahi  administrasi dan kesekretariatan kantor
2.      Melakukan konsolidasi dan koordinasi pengurus yayasan
3.      Menyelenggarakan kegiatan kursus Pembekalan Guru Pos PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di tingkat Kelurahan dan RW ( Rukun Warga)
4.      Menyelenggarakan Kursus Program Pendidikan Guru Taman Kanak-kanak Islam (PGTKI) setingkat diploma .
5.      Menyelenggarakan kegiatan ceramah dan seminar  keluarga dan pendidikan anak.
6.      Melakukan pembinaan al-Qur’an bagi kaum muslimah, remaja, dan anak.
7.      Menyelenggarakan kegiatan kajian kemuslimahan/ madrasah muslimah.
8.      Menyelenggarakan kegiatan santunan yatim dan bazar sosial.
9.      Membentuk panitia pembangunan gedung kegiatan yayasan.






·         Susunan Pengurus Yayasan Citra Insani

Pengurus :
Ketua             : Drs.Muhammad Harun Ichsan Indra Dewa
Sekjen             : Endang Suryana, SH
Bendahara       : Murdjoli M.Rodja, SE